DOWNLOAD RPP KBC AL QUR'AN HADIS KELAS 6 SEMESTER 1 & 2
RPP DEEP LEARNING KURIKULUM BERBASIS CINTA (KBC)
A.
IDENTITAS MODUL
|
Komponen |
Uraian |
|
Nama Madrasah |
Madrasah Mandiri Berprestasi |
|
Nama Penyusun |
Guru Madrasah Berbagi |
|
Mata Pelajaran |
Al Qur'an Hadis |
|
Materi Pokok |
Hukum Bacaan Ra (ر): Tafkhim, Tarqiq,
dan Jawazul Wajhain |
|
Fase / Kelas / Semester |
C / VI (Enam) / Ganjil |
|
Tahun Ajaran |
2026/2027 |
|
Alokasi Waktu |
4 Pertemuan (8 x 35 menit) |
B.
IDENTIFIKASI
|
Komponen |
Uraian |
|
1. Mengidentifikasi Kesiapan Murid |
Berdasarkan asesmen awal yang dilakukan sebelum pembelajaran
dimulai, kesiapan murid diidentifikasi melalui beberapa aspek berikut: a.
Aspek
Kognitif: · Murid telah mengenal huruf hijaiyah dan tanda baca (harakat) pada
pembelajaran sebelumnya. · Murid sudah memiliki pengetahuan dasar tentang ilmu tajwid,
khususnya pengertian mad, izhar, dan ikhfa · Murid mampu membaca Al-Qur'an dengan lancar meskipun masih perlu
bimbingan dalam penerapan tajwid · Sebagian besar murid telah hafal surat-surat pendek Juz 30 b.
Aspek
Afektif: · Murid menunjukkan minat yang baik terhadap pembelajaran Al-Qur'an ·
Murid memiliki rasa ingin tahu tentang cara membaca
Al-Qur'an yang benar ·
Murid antusias ketika diajak untuk tampil membaca di
depan kelas (berdasarkan pengamatan pada kegiatan sebelumnya) ·
Masih ada beberapa murid yang merasa kurang percaya
diri ketika membaca Al-Qur'an di depan umum c. Aspek Psikomotorik: ·
Murid mampu membedakan bunyi huruf hijaiyah
berdasarkan makhrajnya ·
Murid sudah terbiasa dengan kegiatan membaca
Al-Qur'an secara rutin di madrasah ·
Kemampuan melafalkan huruf ra (ر)
masih bervariasi, ada yang sudah tepat dan ada yang masih perlu perbaikan d. Aspek Sosial: ·
Murid terbiasa bekerja sama dalam kelompok saat
pembelajaran ·
Murid memiliki kebiasaan menyimak dan menirukan
bacaan guru ·
Murid mampu mengomunikasikan hasil pembelajaran
dengan baik di depan kelas |
|
2. Memahami Karakteristik Materi Pelajaran |
Materi Hukum
Bacaan Ra (ر) memiliki
karakteristik sebagai berikut: a.
Sifat
Materi: ·
Materi ini
bersifat prosedural dan aplikatif, yaitu aturan-aturan yang harus
dipraktikkan secara langsung dalam membaca Al-Qur'an ·
Merupakan
materi tajwid lanjutan untuk fase C (kelas 5-6) yang
membutuhkan pemahaman mendalam · Memiliki ketentuan yang spesifik berdasarkan harakat dan huruf-huruf tertentu di sekitar huruf ra (ر) b.
Tingkat
Kesulitan: ·
Perlu ketelitian
tinggi dalam membedakan bacaan tebal (تفخيم)
dan tipis (ترقيق) ·
Memerlukan pemahaman
tentang huruf isti'la' sebagai salah satu syarat hukum bacaan · Ada kekhususan pada bacaan jawazul wajhain yang memberikan pilihan dua cara baca c.
Kontekstualisasi: ·
Materi dapat
dikaitkan dengan pengamalan ibadah (membaca Al-Qur'an dengan
baik sebagai bentuk cinta kepada Allah dan Rasul-Nya) ·
Dapat
diintegrasikan dengan surat-surat pendek yang telah
dipelajari, seperti Surah Al-'Alaq ·
Memiliki nilai
karakter yang kuat: ketelitian, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap
Al-Qur'an d.
Keterkaitan
dengan Pembelajaran Lain: ·
Berhubungan
dengan Bahasa Arab (pengucapan huruf dan tanda baca) ·
Terkait dengan Pendidikan Agama Islam secara
umum ·
Dapat
diintegrasikan dengan keterampilan berbicara di depan umum |
|
3. Menentukan Dimensi Profil Lulusan |
Berdasarkan
materi hukum bacaan ra (ر) dan pendekatan
Deep Learning Kurikulum Berbasis Cinta, dipilih tiga dimensi Profil Lulusan
yang paling sesuai : a.
Keimanan dan Ketakwaan (Prioritas Utama) ·
Dimensi ini menjadi prioritas karena materi ini
berkaitan langsung dengan: ·
Membaca
Al-Qur'an adalah bentuk ibadah dan pengamalan iman kepada Allah Swt. ·
Mempelajari
tajwid merupakan bentuk penghormatan terhadap Kalamullah ·
Tujuan
pembelajaran mengharuskan murid memahami bacaan ra dengan rasa cinta
kepada Allah dan Rasul-Nya (tercantum dalam TP poin 1) · Menerapkan bacaan yang benar mencerminkan ketakwaan dan kesungguhan dalam beribadaH b. Penalaran
Kritis ·
Dimensi ini sangat relevan karena materi menuntut
murid untuk: ·
Menganalisis ketentuan hukum bacaan ra berdasarkan
harakat dan huruf di sekitarnya ·
Membedakan secara logis antara bacaan tafkhim,
tarqiq, dan jawazul wajhain ·
Menemukan pola dan kesimpulan dari contoh-contoh
bacaan yang diberikan · Berpikir logis dalam menganalisis kaidah-kaidah ilmu tajwid (tercantum dalam TP poin 2 c.
Kolaborasi Dimensi ini penting untuk dikembangkan
melalui: ·
Kerja sama dalam kelompok saat mengidentifikasi
hukum bacaan dalam surat ·
Saling menyimak dan mengoreksi bacaan
antartemanBerbagi pengetahuan dan pengalaman dalam mempelajari tajwid |
C. INTEGRASI
TEMA KURIKULUM BERBASIS CINTA
|
Komponen |
Uraian |
|
1. Topik Panca Cinta |
Berdasarkan
materi ajar tentang hukum bacaan ra dan nilai-nilai yang terkandung di
dalamnya, dipilih 3 tema Panca Cinta berikut : · Cinta Allah dan Rasul-Nya: Mempelajari
dan menerapkan hukum bacaan ra (ر)
dalam membaca Al-Qur'an merupakan wujud kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya,
karena Al-Qur'an adalah firman Allah yang wajib dibaca dengan baik dan benar.
Membaca dengan tajwid yang tepat menunjukkan penghormatan dan kecintaan terhadap
Kalamullah. · Cinta Ilmu: Hukum bacaan ra (ر) adalah bagian dari ilmu tajwid yang
memerlukan ketelitian dan penalaran. Mempelajarinya dengan sungguh-sungguh
menunjukkan semangat cinta ilmu, rasa ingin tahu, dan berpikir logis dalam
menganalisis kaidah-kaidah tajwid (sesuai TP poin 2). · Cinta Diri dan Sesama: Menerapkan
hukum bacaan ra secara benar dalam tilawah Al-Qur'an merupakan bentuk cinta
diri karena menjaga kualitas ibadah. Selain itu, sikap saling menghargai dan
menumbuhkan cinta sesama terwujud ketika murid saling menyimak, mengoreksi,
dan belajar bersama dalam membaca Al-Qur'an (sesuai TP poin 3). |
|
2. Materi Insersi |
Materi Insersi nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta
dalam pembelajaran: a. Nilai Cinta Allah dan Rasul-Nya
diinsersikan melalui: ·
Pembukaan pembelajaran dengan doa dan salam sebagai
bentuk penghambaan kepada Allah ·
Menanamkan kesadaran bahwa membaca Al-Qur'an dengan
benar adalah ibadah dan bentuk kecintaan kepada Allah Swt. ·
Mengingatkan bahwa Rasulullah saw. menganjurkan
umatnya untuk membaca Al-Qur'an dengan tartil dan tajwid yang benar ·
Menghubungkan materi dengan QS. Al-Mujadilah ayat 11
tentang keutamaan orang yang beriman dan berilmu (tercantum dalam Mutiara
Hikmah) b. Nilai Cinta Ilmu diinsersikan melalui: ·
Menumbuhkan rasa ingin tahu dengan memberikan
pertanyaan-pertanyaan pemantik ·
Mendorong murid untuk menganalisis dan menarik
kesimpulan sendiri tentang kaidah bacaan ra ·
Memberikan pengayaan melalui scan QR code dan video
pembelajaran ·
Mengajak murid membuat peta konsep atau rangkuman
materi sebagai bentuk penguasaan ilmu c. Nilai Cinta Diri dan Sesama diinsersikan
melalui: ·
Menciptakan lingkungan belajar yang saling
menghargai dan mendukung ·
Memberikan kesempatan setiap murid untuk tampil
membaca di depan kelas ·
Mendorong murid untuk saling menyimak dan
mengoreksi bacaan teman dengan santun ·
Menanamkan bahwa kemampuan membaca Al-Qur'an yang
baik adalah bekal berharga untuk diri sendiri dan dapat diajarkan kepada
orang lain ·
Mengajak murid mengajarkan bacaan ra yang benar
kepada teman (tercantum dalam refleksi poin 7) |
D. DESAIN
PEMBELAJARAN
|
Komponen |
Uraian |
|
1.
Capaian
Pembelajaran |
·
Menerapkan hukum ra' tafkhim dan tarqiq, jawazul
wajhain dalam praktik membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar ·
Mengamati, menanya, mengumpulkan data, menganalisis
data, menyimpulkan dan merefleksikan, serta mengomunikasikan hasil terkait
hukum bacaan ra |
|
2.
Integrasi
Lintas Disiplin Ilmu |
a. Bahasa Indonesia: ·
Menuliskan lafal yang mengandung hukum bacaan ra
dalam tabel ·
Menjelaskan pengertian dan ketentuan hukum bacaan
ra secara tertulis b. Seni Budaya: ·
Menyanyikan lagu "Hukum Bacaan Ra" dengan
nada Sayonara untuk memudahkan pemahaman ·
Melafalkan bacaan dengan irama yang tepat (tartil) c. Matematika: ·
Mengklasifikasi dan menghitung jumlah bacaan ra
berdasarkan jenis hukumnya dalam suatu surat |
|
3.
Indikator
Ketercapaian Tujuan Pembelajaran |
Pertemuan 1: ·
Murid mampu menjelaskan pengertian tafkhim, tarqiq,
dan jawazul wajhain ·
Murid mampu mengidentifikasi ciri-ciri bacaan ra
tafkhim ·
Murid mampu
memberikan contoh bacaan ra tafkhim Pertemuan
2: ·
Murid mampu mengidentifikasi ciri-ciri bacaan ra
tarqiq ·
Murid mampu memberikan contoh bacaan ra tarqiq ·
Murid mampu membedakan bacaan tafkhim dan tarqiq Pertemuan 3: ·
Murid mampu menjelaskan hukum bacaan jawazul
wajhain ·
Murid mampu
memberikan contoh bacaan jawazul wajhain ·
Murid mampu
mempraktikkan bacaan jawazul wajhain dengan dua cara Pertemuan
4: ·
Murid mampu
mengidentifikasi hukum bacaan ra dalam Surah Al-'Alaq ·
Murid mampu mengisi tabel analisis hukum bacaan
ra ·
Murid mampu mempraktikkan bacaan ra dengan benar
dalam Surah Al-'Alaq |
|
4.
Iklim/Budaya
Madrasah |
a. Budaya Religius: ·
Pembiasaan salam dan doa sebelum dan sesudah
pembelajaran ·
Pembiasaan membaca Al-Qur'an setiap hari di madrasah ·
Menghidupkan suasana kelas yang islami dengan
kaligrafi dan ayat-ayat Al-Qur'an b. Budaya Akademik: ·
Menumbuhkan semangat belajar dan rasa ingin tahu
melalui pertanyaan-pertanyaan kritis ·
Membiasakan murid untuk aktif bertanya dan
berpendapat ·
Menciptakan pembelajaran yang kolaboratif dan
reflektif c. Budaya Karakter: ·
Menanamkan sikap disiplin dalam belajar ·
Membangun percaya diri murid untuk tampil di depan
umum ·
Menumbuhkan sikap saling menghargai dan
tolong-menolong dalam belajar |
|
5.
Kerangka
Pembelajaran |
a.
Praktis Pedagogis: Model pembelajaran yang digunakan adalah Problem
Based Learning (PBL) dan Cooperatif Learning dengan
metode: · Demonstrasi: guru memperagakan bacaan ra
yang benar · Drill (latihan): murid berlatih membaca
berulang-ulang · Diskusi kelompok: murid berdiskusi
mengidentifikasi hukum bacaan · Tanya jawab: menggali pemahaman
murid · Brainstorming: menggali pengetahuan awal
murid · Bernyanyi: lagu untuk memudahkan
menghafal kaidah b.
Kemitraan Pembelajaran: · Guru sebagai fasilitator dan pembimbing · Murid sebagai subjek pembelajaran aktif · Orang tua dilibatkan dalam kegiatan
pembiasaan membaca Al-Qur'an di rumah c.
Lingkungan Pembelajaran: · Kelas yang nyaman dan kondusif dengan
dekorasi islami · Tersedia Al-Qur'an dan buku pegangan
murid · Ruang kelas dilengkapi dengan papan
tulis dan media pembelajaran d.
Pemanfaatan Digital: · Penggunaan QR code untuk akses materi
pengayaan dan remedial · Video pembelajaran dari YouTube · Penggunaan tautan e-konten dari
Kementerian Agama |
E. PENGALAMAN
BELAJAR
|
Komponen |
Uraian |
|
1.
Prinsip
Pembelajaran |
·
Prinsip Berkesadaran (Mindful): Pembelajaran dirancang dengan
kesadaran penuh bahwa setiap aktivitas memiliki makna ibadah. Murid diajak
untuk memahami bahwa mempelajari hukum bacaan ra adalah bentuk penghormatan
terhadap Al-Qur'an. Setiap langkah pembelajaran dilakukan dengan penuh
kesadaran dan ketelitian, mulai dari mengamati, menanya, hingga mempraktikkan
bacaan. Guru menciptakan suasana yang tenang dan fokus agar murid dapat
berkonsentrasi penuh dalam mempelajari tajwid. ·
Prinsip Bermakna (Meaningful): Materi hukum bacaan ra dikaitkan
dengan pengalaman nyata murid dalam membaca Al-Qur'an sehari-hari. Murid
diajak untuk merasakan manfaat belajar tajwid, yaitu membaca Al-Qur'an dengan
lebih indah dan benar. Pembelajaran juga dihubungkan dengan nilai-nilai cinta
kepada Allah, Rasul, ilmu, diri sendiri, dan sesama. Murid diberi kesempatan
untuk mengaplikasikan pengetahuan dalam Surah Al-'Alaq yang telah dikenal,
sehingga pembelajaran terasa relevan dan bermakna. ·
Prinsip Menggembirakan (Joyful): Pembelajaran dikemas dengan
berbagai aktivitas yang menyenangkan dan variatif. Murid diajak untuk
menyanyikan lagu "Hukum Bacaan Ra" dengan nada Sayonara untuk
memudahkan menghafal kaidah. Kegiatan bernyanyi, diskusi kelompok, permainan
edukatif, dan praktik membaca secara bergiliran menciptakan suasana belajar
yang ceria dan tidak membosankan. Apresiasi diberikan kepada murid yang
berhasil membaca dengan baik untuk meningkatkan motivasi dan kebahagiaan
dalam belajar. |
|
2. Tahapan Pembelajaran |
PERTEMUAN
1 (2 x 35 menit) ·
Topik Panca Cinta: Cinta Allah dan Rasul-Nya, Cinta
Ilmu, Cinta Diri dan Sesama ·
Pembahasan: Pengertian dan Hukum Bacaan Ra Tafkhim
(تفخيم) |
|
a.
Kegiatan
Awal |
· Guru membuka pembelajaran dengan salam
dan mengajak murid berdoa bersama · Guru mengecek kehadiran dan kesiapan
murid · Guru melakukan apersepsi dengan
menanyakan pengalaman murid dalam membaca Al-Qur'an dan memperdengarkan
bacaan surat pendek yang mengandung huruf ra · Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
dan manfaat mempelajari hukum bacaan ra · Guru memberikan motivasi tentang
keutamaan membaca Al-Qur'an dengan benar, mengaitkan dengan QS. Al-Mujadilah
ayat 11 (Mutiara Hikmah) |
|
b. Kegiatan Inti |
Memahami (Mindful, Meaningful, Joyful): ·
Murid mengamati ilustrasi dan contoh bacaan ra pada
buku ·
Guru memperkenalkan istilah tafkhim (تفخيم)
yang berarti menebalkan bacaan ·
Guru menjelaskan ketentuan ra dibaca tafkhim: a. Ra berharakat fathah atau dammah b. Ra sukun dan huruf sebelumnya fathah atau
dammah c. Ra sukun, huruf sebelumnya kasrah asli,
namun setelahnya huruf isti'la' ·
Guru memperkenalkan huruf isti'la' (خ، ص، ض، ط، غ، ق، ظ) ·
Murid menyimak dengan penuh kesadaran (mindful)
bahwa ini adalah ilmu yang akan meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an ·
Guru mendemonstrasikan bacaan tafkhim dengan
benar ·
Murid menirukan bacaan tafkhim secara klasikal dan
individual Mengaplikasi (Mindful, Meaningful, Joyful): ·
Murid diajak bernyanyi lagu "Hukum Bacaan
Ra" bagian tafkhim (nada Sayonara) untuk memudahkan menghafal ·
Murid berlatih membaca contoh-contoh bacaan ra
tafkhim dari buku ·
Murid secara berkelompok mengidentifikasi bacaan ra
tafkhim pada penggalan ayat yang diberikan guru ·
Perwakilan kelompok maju membaca contoh bacaan ra
tafkhim di depan kelas ·
Murid saling menyimak dan mengoreksi bacaan teman
dengan santun (nilai Cinta Sesama) Merefleksi (Mindful, Meaningful, Joyful): · Murid membuat rangkuman sederhana tentang bacaan ra tafkhim ·
Guru memberikan pertanyaan untuk mengecek pemahaman
murid ·
Murid mengisi tabel refleksi sederhana: "Apa
yang aku pahami tentang bacaan ra tafkhim?" ·
Beberapa murid menyampaikan kesulitan yang dihadapi Merefleksi (Mindful, Meaningful, Joyful): ·
Murid membuat
rangkuman sederhana tentang bacaan ra tafkhim ·
Guru memberikan pertanyaan untuk mengecek pemahaman
murid ·
Murid mengisi tabel refleksi sederhana: "Apa
yang aku pahami tentang bacaan ra tafkhim?" ·
Beberapa murid menyampaikan kesulitan yang dihadapi |
|
c. Kegiatan Penutup |
· Guru bersama murid menyimpulkan materi
tentang bacaan ra tafkhim · Guru memberikan penguatan nilai:
mempelajari tajwid adalah bentuk cinta kepada Allah dan Rasul-Nya · Guru menyampaikan materi yang akan
dipelajari pada pertemuan berikutnya (tarqiq) · Guru menutup pembelajaran dengan doa dan
salam |
|
Komponen |
Uraian |
|
PERTEMUAN 2 (2 x 35 menit) |
· Topik Panca Cinta: Cinta Allah dan
Rasul-Nya, Cinta Ilmu, Cinta Diri dan Sesama · Pembahasan: Hukum Bacaan Ra Tarqiq (ترقيق) |
|
Kegiatan Awal |
·
Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa
bersama ·
Guru mengecek kehadiran murid ·
Guru melakukan apersepsi dengan mengulang kembali
materi tafkhim dan menanyakan perbedaannya dengan tarqiq ·
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran tentang
bacaan ra tarqiq |
|
Kegiatan Inti |
Memahami (Mindful, Meaningful, Joyful): ·
Murid mengamati contoh bacaan ra tarqiq pada
buku ·
Guru menjelaskan pengertian tarqiq (ترقيق)
yang berarti menipiskan bacaan ·
Guru menjelaskan ketentuan ra dibaca tarqiq: a) Ra berharakat kasrah atau kasratain (ر/ر) b) Ra sukun dan huruf sebelumnya berharakat
kasrah asli, dan sesudahnya bukan huruf isti'la' c) Ra diwakafkan dan huruf sebelumnya ya
sukun d) Ra diwakafkan dan huruf sebelumnya
berharakat kasrah ·
Guru mendemonstrasikan bacaan tarqiq yang
benar ·
Murid menirukan dengan penuh kesadaran (mindful)
agar bacaan menjadi tepat ·
Murid memperhatikan perbedaan bunyi tafkhim dan
tarqiq Mengaplikasi (Mindful, Meaningful, Joyful): ·
Murid melanjutkan
lagu "Hukum Bacaan Ra" bagian tarqiq ·
Murid berlatih membaca contoh bacaan ra tarqiq dari
buku ·
Murid secara berpasangan membaca dan saling menyimak
bacaan tarqiq (nilai Cinta Sesama) ·
Guru memberikan beberapa lafal, murid
mengidentifikasi termasuk bacaan tafkhim atau tarqiq dengan mengangkat kartu
warna (merah = tafkhim, biru = tarqiq) - aktivitas joyful ·
Murid membacakan contoh bacaan tarqiq di depan kelas
dengan percaya diri (nilai Cinta Diri) Merefleksi
(Mindful, Meaningful, Joyful): ·
Murid membuat tabel perbedaan bacaan tafkhim dan
tarqiq ·
Murid menuliskan kesulitan dan strategi
mengatasinya ·
Guru memberikan umpan balik terhadap pemahaman
murid |
|
Kegiatan Penutup |
·
Guru dan murid menyimpulkan materi bacaan ra
tarqiq ·
Guru menekankan nilai: ketelitian dalam membaca
Al-Qur'an melatih kedisiplinan (tercantum dalam refleksi poin 6) ·
Guru menyampaikan materi pertemuan berikutnya:
jawazul wajhain ·
Guru menutup dengan doa dan salam |
|
Komponen |
Uraian |
|
PERTEMUAN 3 (2 x 35 menit) |
·
Topik Panca Cinta: Cinta Allah dan Rasul-Nya, Cinta
Ilmu, Cinta Diri dan Sesama ·
Pembahasan: Hukum Bacaan Ra Jawazul Wajhain (جواز الوجهين) |
|
Kegiatan Awal |
·
Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa
bersama ·
Guru mengecek kehadiran murid ·
Guru melakukan apersepsi dengan mengulang materi
tafkhim dan tarqiq secara singkat ·
Guru menunjukkan ilustrasi jawazul wajhain pada
buku ·
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran tentang
bacaan jawazul wajhain |
|
Kegiatan Inti |
Memahami
(Mindful, Meaningful, Joyful): ·
Murid mengamati ilustrasi jawazul wajhain pada
Gambar 1.3 ·
Guru menjelaskan pengertian jawazul wajhain (جواز الوجهين)
artinya boleh dua cara (boleh dibaca tebal atau tipis) ·
Guru menjelaskan ketentuan jawazul wajhain: Ra
sukun, huruf sebelumnya berharakat kasrah, dan setelah ra sukun terdapat
huruf isti'la' berharakat kasrah ·
Guru mendemonstrasikan dua cara membaca jawazul
wajhain (tebal dan tipis) ·
Murid menirukan dengan penuh kesadaran
(mindful) Mengaplikasi (Mindful, Meaningful, Joyful): ·
Murid menyanyikan lagu "Hukum Bacaan Ra"
bagian jawazul wajhain ·
Murid
berlatih membaca contoh jawazul wajhain dari buku ·
Murid secara kelompok mempraktikkan bacaan jawazul
wajhain dengan dua cara ·
Setiap kelompok mempresentasikan hasil praktiknya di
depan kelas (nilai Cinta Diri - percaya diri) ·
Murid saling memberi apresiasi dan masukan (nilai
Cinta Sesama) Merefleksi
(Mindful, Meaningful, Joyful): ·
Murid membuat
catatan tentang bacaan jawazul wajhain ·
Murid menuliskan pengalaman belajar yang paling
berkesan ·
Guru memberikan penguatan: memilih cara baca yang
benar adalah bagian dari ketelitian |
|
Kegiatan Penutup |
·
Guru dan murid menyimpulkan materi jawazul
wajhain ·
Guru memberikan apresiasi kepada murid yang telah
berani tampil ·
Guru menyampaikan materi pertemuan berikutnya:
menerapkan bacaan ra dalam Surah Al-'Alaq ·
Guru menutup dengan doa dan salam |
|
Komponen |
Uraian |
|
PERTEMUAN 4 (2 x 35 menit) |
·
Topik Panca Cinta: Cinta Allah dan Rasul-Nya, Cinta
Ilmu, Cinta Diri dan Sesama ·
Pembahasan: Menerapkan Hukum Bacaan Ra dalam Surah
Al-'Alaq |
|
Kegiatan Awal |
·
Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa
bersama · Guru mengecek kehadiran murid · Guru melakukan apersepsi dengan mengulas kembali ketiga hukum
bacaan ra · Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menerapkan hukum
bacaan ra dalam Surah Al-'Alaq |
|
Kegiatan Inti |
Memahami
(Mindful, Meaningful, Joyful): ·
Murid mengamati dan membaca Surah Al-'Alaq secara
bersama-sama ·
Guru membimbing murid untuk menemukan lafal yang
mengandung huruf ra ·
Murid menandai lafal-lafal yang mengandung huruf ra
pada teks Surah Al-'Alaq ·
Murid dengan penuh kesadaran (mindful) memperhatikan
setiap huruf ra yang ditemukan Mengaplikasi
(Mindful, Meaningful, Joyful): ·
Murid mengisi
tabel pada buku: No, Lafal, Hukum Bacaan, Alasan ·
Murid bekerja dalam kelompok untuk menganalisis
hukum bacaan ra yang ditemukan (nilai Cinta Ilmu - berpikir logis) ·
Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis
(nilai Cinta Diri) ·
Kelompok lain memberi tanggapan (nilai Cinta Sesama)
·
Murid mempraktikkan membaca Surah Al-'Alaq dengan
menerapkan hukum bacaan ra yang benar secara bergiliran (aktivitas joyful -
saling mendukung) Merefleksi (Mindful, Meaningful, Joyful): ·
Murid menuliskan kesimpulan tentang penerapan hukum
bacaan ra dalam Surah Al-'Alaq ·
Murid mengisi lembar refleksi pada buku (poin 1-7) ·
Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang
pentingnya membaca Al-Qur'an dengan benar |
|
Kegiatan Penutup |
·
Guru bersama murid menyimpulkan seluruh materi
hukum bacaan ra ·
Guru memberikan motivasi untuk terus berlatih dan
mengajarkan ilmu ini kepada orang lain (nilai Cinta Sesama) ·
Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya ·
Guru menutup dengan doa dan salam |
F. ASESMEN
1. Asesmen Awal
· Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal
murid tentang hukum bacaan ra dan kesiapan belajar
· Instrumen:
a. Pertanyaan
Lisan (Pra-pembelajaran):
1. Siapa yang sudah pernah mendengar istilah "tajwid"?
2. Apa yang kalian ketahui tentang huruf ra (ر)?
3. Pernahkah kalian mendengar bacaan tebal dan tipis pada huruf ra?
4. Bagaimana perasaan kalian ketika membaca Al-Qur'an di depan umum?
b. Tes
Tertulis Singkat (Pre-test):
1. Sebutkan tanda baca (harakat) yang kamu ketahui!
2. Apa yang dimaksud dengan huruf isti'la'?
3. Bacalah lafal berikut dengan benar: رَبِّ, رَحْمَة, إِرْسَال
4. Menurutmu, apakah semua huruf ra dibaca sama? Jelaskan!
c. Observasi:
• Guru mengamati kemampuan membaca murid saat membaca surat pendek
• Guru mencatat murid yang sudah fasih dan yang masih perlu bimbingan
2. Asesmen
Proses
Tujuan: Memantau pemahaman dan keterampilan
murid selama proses pembelajaran
Instrumen
dan Rubrik Penilaian:
a. Lembar
Observasi Keterampilan Membaca Ra
Rubrik Penilaian Praktik Membaca Ra:
|
Kriteria |
Sangat Baik (4) |
Baik (3) |
Cukup (2) |
Kurang (1) |
|
Ketepatan Makhraj |
Makhraj
ra sangat tepat dan jelas |
Makhraj ra tepat |
Makhraj ra kurang tepat |
Makhraj ra tidak tepat |
|
Penerapan Tafkhim |
Semua bacaan tafkhim dibaca dengan tebal dan tepat |
Sebagian besar bacaan tafkhim tepat |
Beberapa bacaan tafkhim tepat |
Belum tepat dalam bacaan tafkhim |
|
Penerapan Tarqiq |
Semua bacaan tarqiq dibaca dengan tipis dan tepat |
Sebagian besar bacaan tarqiq tepat |
Beberapa bacaan tarqiq tepat |
Belum tepat dalam bacaan tarqiq |
|
Penerapan Jawazul Wajhain |
Mampu
membaca dengan dua cara dengan sangat baik |
Mampu
membaca dengan dua cara dengan baik |
Mampu membaca salah satu cara |
Belum
mampu membaca dengan dua cara |
|
Kelancaran |
Lancar dan
fasih tanpa terbata-bata |
Lancar
dengan sedikit terbata-bata |
Kurang lancar |
Tidak lancar |
|
Percaya Diri |
Sangat
percaya diri saat tampil |
Percaya diri saat tampil |
Kurang percaya diri |
Tidak percaya diri |
b. Lembar Kerja
Analisis Bacaan Ra dalam Surah Al-'Alaq:
|
No. |
Lafal |
Hukum
Bacaan |
Alasan |
Skor |
|
1 |
|
|
|
|
|
2 |
|
|
|
|
|
3 |
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
Rubrik Penilaian Lembar Kerja:
|
Kriteria |
Sangat Baik (4) |
Baik (3) |
Cukup (2) |
Kurang (1) |
|
Identifikasi Lafal |
Menemukan 5+ lafal yang tepat |
Menemukan 3-4 lafal yang tepat |
Menemukan 1-2 lafal yang tepat |
Tidak
menemukan lafal yang tepat |
|
Penentuan Hukum |
Semua hukum bacaan tepat |
Sebagian besar tepat |
Beberapa tepat |
Tidak tepat |
|
Alasan |
Alasan lengkap dan tepat |
Alasan
tepat namun kurang lengkap |
Alasan kurang tepat |
Tidak memberikan alasan |
c. Penilaian
Sikap (Observasi):
|
No |
Nama Murid |
Perilaku yang Diamati |
|||
|
Disiplin |
Percaya Diri |
Bekerja Sama |
Santun |
||
|
4 |
3 |
2 |
1 |
||
|
1 |
Ahmad |
|
|
|
|
|
2 |
Budi |
|
|
|
|
|
3 |
Fira |
|
|
|
|
|
dst |
|
|
|
|
|
Keterangan Skor Sikap:
·
4 = Selalu menunjukkan sikap yang diamati
·
3 = Sering menunjukkan sikap yang diamati
·
2 = Kadang-kadang menunjukkan sikap yang
diamati
·
1 = Tidak pernah menunjukkan sikap yang
diamati
3. Asesmen
Akhir
Tujuan: Mengukur pencapaian kompetensi murid
setelah menyelesaikan seluruh pertemuan
A.
Pilihan Ganda (10 Soal)
1.
Dalam
ilmu tajwid, bacaan tebal disebut...
a. Tarqiq
b. Tafkhim
c. Jawazul Wajhain
d. Ikhfa
2. Huruf ra (ر)
dibaca tarqiq apabila berharakat...
a. Fathah
b. Dammah
c. Kasrah
d. Sukun
3.
Yang termasuk huruf isti'la' adalah...
a. ر، ز، د
b. خ، ص، ض، ط، غ، ق،
ظ
c. ف، ك، هـ
d. ا، و، ي
4. Lafal فِرْقَةٍ mengandung hukum bacaan ra...
a. Tafkhim
b. Tarqiq
c. Jawazul Wajhain
d. Idgham
5. Jawazul
wajhain artinya...
a. Wajib tebal
b. Wajib tipis
c. Boleh dua cara (tebal/tipis)
d. Tidak boleh dibaca
6. Ra sukun dan
huruf sebelumnya fathah, maka ra dibaca...
a. Tarqiq
b. Tafkhim
c. Jawazul Wajhain
d. Idzhar
7. Contoh
bacaan ra yang dibaca tarqiq adalah...
a. نَارًا
b. رَحْمَة
c. رِزْقًا
d. أَرْسَلَ
8. Bacaan ra
yang boleh dibaca tebal atau tipis karena adanya huruf isti'la' yang berharakat
kasrah adalah...
a. Tafkhim
b. Tarqiq
c. Jawazul Wajhain
d. Mad
9. Ra
diwakafkan dan huruf sebelumnya ya sukun, maka dibaca...
a. Tafkhim
b. Tarqiq
c. Jawazul Wajhain
d. Mad Thabi'i
10. Membaca
Al-Qur'an dengan tajwid yang benar merupakan bentuk...
a. Keterampilan semata
b. Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya
c. Kewajiban orang tua
d. Tuntutan sosial
B. Soal Esai (5
Soal)
1.
Jelaskan pengertian tafkhim dan sebutkan 3
ketentuan bacaan ra yang dibaca tafkhim!
2.
Perhatikan lafal berikut! وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ
a.
Apa hukum bacaan ra pada lafal tersebut?
b.
Jelaskan alasanmu!
3.
Tulislah 2 contoh bacaan ra yang dibaca
tarqiq beserta alasan hukumnya!
4.
Mengapa huruf ra pada lafal رِزْقَكُم
termasuk bacaan tarqiq? Jelaskan!
5.
Tulislah 2 contoh bacaan ra yang dibaca
jawazul wajhain beserta penjelasannya!
Rubrik Penilaian Esai:
|
Kriteria |
Skor 4 |
Skor 3 |
Skor 2 |
Skor 1 |
|
Pemahaman Konsep |
Menjelaskan
dengan sangat tepat dan lengkap |
Menjelaskan
dengan tepat dan cukup lengkap |
Menjelaskan dengan kurang tepat |
Menjelaskan dengan tidak tepat |
|
Ketepatan Contoh |
Contoh
yang diberikan sangat tepat |
Contoh yang diberikan tepat |
Contoh
yang diberikan kurang tepat |
Contoh
yang diberikan tidak tepat |
|
Analisis Alasan |
Alasan
sangat tepat dan logis |
Alasan tepat dan logis |
Alasan kurang tepat |
Tidak memberikan alasan |
G. REMIDIAL DAN
PENGAYAAN
1. Remidial
· Tujuan: Membantu murid yang belum mencapai
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)
· Program
Remedial:
a. Pembelajaran
Tambahan (Tutorial):
· Guru
memberikan bimbingan khusus di luar jam pelajaran (setelah sekolah atau saat
jam kosong)
· Guru
menggunakan metode drill (latihan) untuk murid yang kesulitan dalam melafalkan
bacaan ra
· Guru
menyediakan video pembelajaran tentang hukum bacaan ra melalui QR code yang
dapat diakses di rumah
b. Peer
Teaching:
· Murid yang
sudah mahir diminta untuk membantu teman yang masih kesulitan (tutor
sebaya)
· Guru
memfasilitasi kelompok kecil untuk latihan bersama
c. Pengulangan
Materi:
· Murid
diminta mengulang kembali materi pada pertemuan yang dianggap sulit
· Guru
menyederhanakan materi dan memberikan lebih banyak contoh
Contoh Soal
Remedial:
1.
Tuliskan
3 contoh bacaan ra tafkhim!
2. Tuliskan 3
contoh bacaan ra tarqiq!
3.
Apa yang dimaksud dengan jawazul wajhain? Berikan
2 contoh!
4. Bacalah
lafal berikut dan tentukan hukum bacaannya:
- رَحِيم
- فِرْقَةٍ
- وَرْدَة
- قِرْطَاس
5.
Mengapa
lafal مَرْيَم dibaca tafkhim?
Jelaskan!
Indikator
Tuntas Remedial: Murid mampu mengidentifikasi
dan mempraktikkan bacaan ra tafkhim, tarqiq, dan jawazul wajhain dengan benar
minimal 80% dari soal yang diberikan.
2. Pengayaan
· Tujuan: Memberikan tantangan tambahan bagi
murid yang telah mencapai KKTP dan ingin memperdalam pemahaman
· Kegiatan
Pengayaan:
1.
Scan QR Code:
· Murid
diminta memindai QR code pada buku
· Mengakses
tautan https://e-konten.min.digitalmadrasah.id/videos/watch/BMdtp7admx
· Menonton
video pembelajaran tentang hukum bacaan ra
· Membuat
rangkuman dari materi yang terdapat pada tautan tersebut
· Video
Tambahan:
· Murid dapat
mengakses https://www.youtube.com/watch?v=-cfpOd2s7r4
· Menonton
dan mencatat informasi tambahan tentang hukum bacaan ra
· Proyek
Mandiri:
· Murid
diminta mencari 10 lafal yang mengandung bacaan ra dari surat lain (di luar
Surah Al-'Alaq)
· Menganalisis
hukum bacaan dan alasan dari setiap lafal
· Membuat
buku kecil (catatan) tentang hukum bacaan ra beserta contoh-contohnya
· Penampilan
(Performance):
· Murid
diminta untuk tampil membaca beberapa ayat yang mengandung bacaan ra di depan
kelas atau pada kegiatan madrasah
· Murid
mengajarkan bacaan ra yang benar kepada teman sekelas (refleksi poin 7)
· Bacaan
Berbasis Cinta:
· Murid
diminta membaca Surah Al-'Alaq dengan tajwid yang benar di rumah dan dicatat
oleh orang tua
· Menuliskan
pengalaman tentang bagaimana membaca Al-Qur'an dengan baik dapat meningkatkan
kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Mengetahui, ..........................., ............................
Kepala Madrasah Guru Mapel Al Qur’an Hadis
........................................ ....................................................
Untuk RPP selanjutnya, silahkan klik link berikut:
RPP KBC QURDIS KELAS 6 BAB 2 - BAB 8

0 Response to "DOWNLOAD RPP KBC AL QUR'AN HADIS KELAS 6 SEMESTER 1 & 2"
Posting Komentar