RPP Berbasis Cinta (KBC) Mata Pelajaran Al Qur'an Hadis Kelas 1 Semester 2

 


RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM (RPM)

PADA KURIKULUM BERBASIS CINTA (KBC)


A.     IDENTITAS MODUL

Madrasah             : MI. Mandiri Berprestasi
Tahun Ajaran       : 2025/2026
Nama Penyusun   : Guru Madrasah Berbagi
Mata Pelajaran     : Al Qur’an Hadits
Materi Ajar           : Mengenal Huruf Hijaiyah dan Tanda Bacanya (Fathatain, Kasratain,

                               Dhammatain, Sukun, dan Tasydid)

Kelas/Semester    : I (Satu) / Ganjil
Alokasi Waktu     : 4 kali pertemuan (@ 2x35 menit)


B.      IDENTIFIKASI

1.         Mengidentifikasi Kesiapan Murid

Sebelum memulai materi tanda baca (harakat) lanjutan ini, guru memetakan siswa menjadi tiga kelompok berdasarkan asesmen diagnostik sederhana:

·      Kelompok Cakap: Siswa yang sudah lancar melafalkan huruf hijaiyah berharakat fathah, kasrah, dammah, dan sudah mengenal bentuk huruf sambung.

·      Kelompok Berkembang: Siswa yang mengenal huruf hijaiyah tunggal namun masih terbata-bata jika huruf tersebut disambung atau diberi harakat berbeda.

·      Kelompok Perlu Bimbingan: Siswa yang masih lupa-lupa ingat dengan bentuk dasar huruf hijaiyah (Alif s.d Ya).

 

2.         Memahami Karakteristik Materi Pelajaran

Materi ini adalah pondasi membaca Al-Qur'an. Karakteristiknya bersifat simbolik-bunyi. Siswa belajar mengubah visual (tanda baca) menjadi bunyi spesifik:

·      Tanwin: Menambahkan bunyi "n" di akhir.

·      Sukun: Mematikan huruf (konsonan mati).

·      Tasydid: Menahan huruf (dobel konsonan).

Materi ini membutuhkan pembiasaan (drill) visual dan auditori secara berulang agar menjadi memori jangka panjang (Deep Learning).

 

3.         Menentukan Dimensi Profil Lulusan

·      Keimanan dan Ketakwaan: Menumbuhkan kesadaran bahwa belajar huruf hijaiyah adalah ibadah untuk bisa membaca kalam Allah.

·      Kemandirian: Siswa berlatih melafalkan bacaan secara mandiri tanpa dituntun terus menerus.

·      Bernalar Kritis: Siswa mampu membedakan bunyi huruf yang berharakat tanwin, sukun, dan tasydid saat melihat simbol yang berbeda.

 

C.     INTEGRASI TEMA KURIKULUM BERBASIS CINTA

1.         Topik Panca Cinta

·      Cinta Allah dan Rasul-Nya: Menanamkan keyakinan bahwa Allah menyukai hamba-Nya yang mau belajar membaca surat cinta-Nya (Al-Qur'an).

·      Cinta Ilmu: Membangun rasa ingin tahu dan kegembiraan saat berhasil memecahkan "kode" bunyi huruf baru.

·      Cinta Diri: Menghargai usaha diri sendiri dalam belajar, tidak mudah putus asa saat lidah sulit melafalkan (terbata-bata).

2.         Materi Insersi

·      Mengaitkan materi dengan hadis “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

·      Menjelaskan bahwa setiap huruf yang dibaca, meski sulit, mengandung 10 kebaikan.

 

 

D.     DESAIN PEMBELAJARAN

1.    Capaian Pembelajaran

·      Peserta didik mampu mengenal huruf hijaiyah beserta tanda bacanya (Tanwin, Sukun, Tasydid), sehingga mampu memahami hukum bacaan tajwid dengan baik dan benar, sebagai prasyarat membaca Al Qur'an secara fasih.

 

2.    Integrasi Lintas Disiplin Ilmu

·      Seni Budaya (SBdP): Melafalkan huruf hijaiyah dengan irama/lagu (nasyid).

·      Bahasa Indonesia: Latihan artikulasi dan kejelasan pengucapan (makharijul huruf).

 

3.    Indikator Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

·      Siswa mampu melafalkan huruf berharakat Tanwin (Fathatain, Kasratain, Dhammatain) dengan benar.

·      Siswa mampu membaca huruf berharakat Sukun (mati) dengan tepat.

·      Siswa mampu membaca huruf berharakat Tasydid dengan penekanan yang benar.

 

4.    Iklim/Budaya Madrasah

·      Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) saat memulai mengaji.

·      Budaya Murojaah (mengulang) bacaan bersama sebelum pelajaran dimulai.

 

5.    Kerangka Pembelajaran

·      Praktis Pedagogis:

Pendekatan Deep Learning (Belajar Mendalam) dengan metode Drill & Practice serta Gamification (tebak kartu).

·      Kemitraan Pembelajaran:

Peer Teaching (Teman Sebaya), siswa yang lancar menyimak bacaan temannya.

·      Lingkungan Pembelajaran:

Kelas ditata melingkar (U-shape) agar interaksi hangat, dinding ditempel poster hijaiyah.

·      Pemanfaatan Digital:

Menggunakan audio Qari cilik atau aplikasi Learn Quran untuk contoh bunyi yang benar.

 

E.      PENGALAMAN BELAJAR

1.    Prinsip Pembelajaran

·      Mindful (Berkesadaran): Mengajak siswa hening sejenak, meluruskan niat (Nawaitu) belajar karena Allah sebelum mulai.

·      Meaningful (Bermakna): Guru menjelaskan mengapa tanda baca ini penting (agar arti Al-Qur'an tidak salah).

·      Joyful (Menggembirakan): Menggunakan tepuk tangan, nyanyian hijaiyah, dan pujian tulus.

 

2.    Tahapan Pembelajaran

PERTEMUAN 1: Mengenal Tanwin (Si Bunyi "N")

Topik Panca Cinta: Cinta Allah Swt & Cinta Ilmu.

Pembahasan: Fathatain, Kasratain, Dhammatain.

a. Kegiatan Awal

·         Salam hangat dan doa bersama.

·         Apersepsi: Guru bertanya, "Siapa yang pernah mendengar suara lebah? Ngngng... Nah, hari ini kita belajar huruf yang punya buntut suara 'N'!"

·         Menyanyikan lagu Alif Ba Ta.

b. Kegiatan Inti

·         Memahami (Mindful): Siswa mengamati peraga tanda tanwin (garis dua di atas, di bawah, dan u terbalik). Guru mencontohkan bunyi: "Alif Fathatain = An", "Ba Kasratain = Bin".

·         Mengaplikasi (Meaningful): Siswa bermain "Tebak Bunyi". Guru mengangkat kartu bertuliskan huruf (misal: Lam Fathatain), siswa serentak berteriak "LAN!"16161616. Dilanjutkan latihan individual membaca tabel tanwin17.

·         Merefleksi (Joyful): Guru bertanya, "Bagaimana rasanya bisa membunyikan 'un-bin-an'? Mudah bukan?" Siswa memberikan tanda jempol jika paham.

c. Kegiatan Penutup

·         Penguatan materi: "Ingat, kalau garisnya dua, ada bunyi N-nya."

·         Doa penutup majelis.

 

PERTEMUAN 2: Praktik Membaca Tanwin

Topik Panca Cinta: Cinta Diri (Percaya Diri).

Pembahasan: Melancarkan bacaan kata bertanwin18.

a. Kegiatan Awal

·         Ice Breaking: Tepuk Tanwin (Prok prok prok - AN! - Prok prok prok - IN! - Prok prok prok - UN!).

·         Mengingat kembali pelajaran sebelumnya.

b. Kegiatan Inti

·         Memahami (Mindful): Siswa diminta tenang dan menyimak bacaan guru pada halaman 59 (misal: Sholihan, Barokatin, 'Alimun). Siswa mendengarkan perbedaan bunyi panjang pendeknya.

·         Mengaplikasi (Meaningful): Kegiatan "Saling Simak". Siswa berpasangan. Satu siswa membaca baris pertama tabel, temannya menyimak. Jika benar, temannya bilang "Hebat!". Jika salah, dibetulkan dengan lembut.

·         Merefleksi (Joyful): Guru memberikan stiker bintang atau pujian verbal "Masya Allah, bacaanmu semakin fasih" kepada siswa yang berani maju ke depan.

c. Kegiatan Penutup

·         Guru memotivasi siswa untuk mengulang bacaan tanwin di rumah.

 

PERTEMUAN 3: Mengenal Sukun (Huruf Mati)

Topik Panca Cinta: Cinta Sesama (Saling Membantu).

Pembahasan: Tanda baca Sukun.

a. Kegiatan Awal

·         Guru membawa sebuah benda (misal: spidol) dan menjatuhkannya. "Bruk! Diam. Nah, huruf juga bisa diam atau mati."

b. Kegiatan Inti

·         Memahami (Mindful): Guru mengenalkan bentuk sukun (seperti bulan sabit kecil atau lingkaran kecil di atas huruf)22. Penjelasan konsep: Huruf bersukun itu hurufnya "dikunci" mulutnya. Contoh: BA-T (Bat), A-B (Ab)23.

·         Mengaplikasi (Meaningful): Latihan membaca tabel sukun24. Guru menggunakan metode Echo Reading (Guru baca, siswa menirukan). Fokus pada huruf pantul (Qalqalah) dan yang tidak. Contoh: Ab, Aj, Ad (memantul) vs Al, Am, An (tidak memantul).

·         Merefleksi (Joyful): Bermain "Polisi Sukun". Guru menulis kalimat di papan tulis, siswa berlomba melingkari mana huruf yang mati (bersukun).

c. Kegiatan Penutup

·         Refleksi perasaan: "Apakah susah mematikan huruf?"

 

PERTEMUAN 4: Mengenal Tasydid & Evaluasi

Topik Panca Cinta: Cinta Ilmu (Ketuntasan Belajar).

Pembahasan: Tanda Tasydid dan Evaluasi Bab25.

a. Kegiatan Awal

·         Guru menggambar bentuk Tasydid (seperti huruf w kecil/gerigi) di papan tulis.

b. Kegiatan Inti

·         Memahami (Mindful): Guru menjelaskan: "Tasydid itu artinya kuat atau dobel. Hurufnya ditahan dulu baru dilepas." Contoh: Manna (tahan N-nya), Bukka (tahan K-nya).

·         Mengaplikasi (Meaningful):

1.      Latihan membaca kata bertasydid: 'Allama, Naffa'a.

2.      Mengerjakan tugas "Pasangkanlah Huruf" pada halaman 63 untuk melatih logika bentuk dan bunyi.

·         Merefleksi (Joyful): Refleksi akhir bab dengan mengisi kolom perasaan "Aku suka belajar huruf hijaiyah".

c. Kegiatan Penutup

·         Pesan moral: "Anak-anak, sekarang kita sudah kenal semua tanda baca. Mari kita pakai untuk membaca Iqra/Al-Qur'an di rumah."

 

F.      ASESMEN

1.    Asesmen Awal

·       Teknik: Tanya jawab lisan menggunakan Flashcard.

·       Instrumen: Kartu huruf hijaiyah acak. Guru menunjukkan kartu "Ba", "Ta", "Jim". Siswa diminta menyebutkan namanya.

 

2.    Asesmen Proses (Formatif)

Dilakukan saat pertemuan ke-2 dan ke-3.

Nama Siswa

Kriteria 1:

Ketepatan Tanwin

Kriteria 2:

Ketepatan Sukun/Tasydid

Kriteria 3:

 Kelancaran

Catatan Guru

Ahmad

Mulai Berkembang (Bisa 'an', bingung 'un')

Mahir

Lancar

Perlu drill vokal 'u'

Siti

Mahir

Berkembang (Tasydid kurang tahan)

Terbata

Latihan menahan huruf

 

3.    Asesmen Akhir (Sumatif)

Pilihlah jawaban a, b, atau c yang paling benar!

1.    Bunyi huruf Alif yang diberi tanda Fathatain (dua coret di atas) adalah ....

a. Un

b. In

c. An

2.    Huruf yang memiliki tanda Sukun ($\circ$) disebut huruf ....

a. Mati

b. Hidup

c. Panjang

3.    Cara membaca huruf yang bertanda Tasydid ($\omega$) adalah ....

a. Dibaca cepat

b. Ditahan (ditekan)

c. Dibaca samar

4.    Perhatikan huruf ini: بٍ. Huruf Ba berharakat Kasratain (dua coret di bawah). Dibaca ....

a. Ban

b. Bin

c. Bun

5.    Tanda baca yang menghasilkan bunyi "Un" (seperti pada kata Run, Bun) disebut ....

a. Fathatain

b. Kasratain

c. Dhammatain

6.    Jika kita melihat tanda Tasydid (seperti huruf w kecil) di atas huruf Lam, berarti huruf Lam tersebut dianggap ....

a. Hilang

b. Ganda (dobel)

c. Satu saja

7.    Perhatikan kata berikut: مَنَّ (Manna). Huruf yang harus dibaca dengan ditahan adalah huruf ....

a. Mim (م)

b. Nun (ن)

c. Alif (ا)

8.    Zaid sedang membaca kata كِتَابٌ (Kitabun). Huruf terakhir berbunyi "Bun" karena berharakat ....

a. Dhammatain

b. Fathatain

c. Sukun

9.    Huruf Jim (ج) jika diberi tanda Sukun (جْ) akan dibaca ....

a. Ji

b. Ju

c. Aj (mati)

10.               Mengapa kita harus semangat belajar membaca huruf hijaiyah dan tanda bacanya?

a. Agar mendapat banyak kebaikan dari Allah

b. Agar dipuji teman

c. Agar mendapat hadiah mainan

 

 

G.     REMIDIAL DAN PENGAYAAN

1.    Remidial

Diberikan kepada siswa yang belum lancar membedakan bunyi tanda baca.

·      Program: "Klinik Baca". Guru memanggil siswa secara privat selama 10 menit.

·      Contoh Kegiatan: Fokus drilling satu tanda baca saja dulu (misal: tasydid saja) menggunakan metode talqin (guru ucap, siswa tiru) sampai lidah siswa terbiasa.

 

2.    Pengayaan

Diberikan kepada siswa yang sudah lancar (Mahir).

·      Kegiatan: "Tutor Sebaya". Siswa mahir diminta membantu menyimak bacaan temannya yang masih terbata.

·      Tantangan: Membaca potongan ayat pendek dari Juz Amma (Surah An-Nas atau Al-Falaq) dan melingkari mana yang bertanwin, bersukun, atau bertasydid.

 

 

Mengetahui,                                                      ......................, ……………..

Kepala Madrasah                                               Guru Mapel Al Qur’an Hadis

 

 

 

            …………………………                                   ..............................................



                                                                       

     RPP KBC lainnya KLIK di bawah ini :

                                                                    

     RPP KBC QURDIS KELAS 1 SEMESTER 2












 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "RPP Berbasis Cinta (KBC) Mata Pelajaran Al Qur'an Hadis Kelas 1 Semester 2"

Posting Komentar